Bedah Artikel

PT.POS INDONESIA AKAN BANGUN JARINGAN SOP CANGGIH.

(http://surabayawebs.com/index.php/2010/03/08/ptpos-indonesia-akan-bangun-jaringan-sop-canggih/)

Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Masuknya doctor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Monash University, Melbourne Australia 1993 I Ketut Mardjana kelahiran Bali 18 Maret 1951 sebagai “Komandan tertinggi” di operator peposan terkemuka di tanah air PT.Pos Indonesia (Persero) Agustus 2009 lalu, telah membawa “angin segar” dan harapan baru bagi 21.000 karyawan dan 6.000 tenaga outsourcing di perusahaan milik Negara ini.
Jebolan Institut Ilmu Keuangan (IIK) Jakarta 1979 ini sejak terjun ke “Kawah Candradimuka” PT.Pos Indonesia, terbilang sukses menebar aroma modernisasi. Target pendapatan Rp.3,1 triliun tahun ini nampak cukup menantang untuk direalisasikan.
Bersama manajemen, pria Bali yang pernah menjabat Direktur Informasi dan Pengembangan Peraturan BUMN pada Dirjen BUMN Departemen Keuangan 1998 ini menegaskan akan menerapkan perbaikan yang sangat mendasar. Mulai dari redefinisi bisnis, restrukturisasi perusahaan sampai kepada change management dalam bentuk implementasi program transformasi bisnis.
Dana ratusan miliar disiapkan manajemen Pos Indonesia untuk memperbaiki jaringan System Online Pembayaran (SOP) di seluruh pelosok Nusantara agar layanan pembayaran tagihan rekening telepon, listrik, air, pajak, asuransi, SPP mahasiswa, beasiswa, cicilan rumah, motor dan mobil, memberikan kepuasan kepada masyarakat luas di tanah air.
Dalam upaya menebalkan keyakinan jajarannya, I Ketut Mardjana, yang dikenal sebagai penulis aktif di sejumlah media ternama ini cuma butuh waktu singkat untuk merubah tampilan dan “kantong” PT.Pos Indonesia. Cara sederhana, efektif sekaligus murah meriah itu dimulai dari senyum, salam dan sapa. Kini tiada hari tanpa senyum.
Sentuhan yang simple itulah yang membuat masyarakat di negeri ini kembali berduyun-duyun memanfaatkan layanan jasa Pos Indonesia. Gairah senyum, salam, sapa dan semua yang remeh temeh seperti memberikan bingkisan payung, kalender dan mug itu mendapat sambutan hangat masyarakat di negeri dengan lebih 17.000 pulau dengan 227 juta jiwa penduduknya ini.
Sejak ditunjuk menjadi Dirut PT.Pos Indonesia Agustus 2009 lalu Mardjana membiasakan diri ke mana-mana tanpa pengawal dan menegaskan semua jajarannya untuk menghormati siapapun yang datang. Maka tidaklah heran, secara perlahan-lahan tapi pasti budaya yang tak pernah ada sebelumnya ini kini menjadi sarapan sehari-hari di seluruh Kantor Pos di “negeri Khatulistiwa” ini.
Mantan Direktur Industri Manfaktur, Kantor Menteri Negera Pemberdayaan BUMN 1999-2000 ini berharap semangat perubahan yang biasa tapi luar biasa itu dapat menular ke seluruh jajaran PT.Pos Indonesia dari pusat hingga ke pelosok negeri. “Sebab yang pasti itu adalah perubahan,” tegasnya.
Keadaanlah yang menuntut perubahan dan membuat BUMN ini memutar otak. Sebagai perusahaan Negara yang memiliki misi bisnis dan misi social, Pos Indonesia harus tetap eksis. Meskipun mendapat saingan keras dari perusahaan perjastip swasta yang menjamur saat ini. “ Pos Indonesia harus tetap dapat memberikan kontribusinya kepada customer, masyarakat dan stokeholder,” tandasnya kemudian.
Operator perposan terkemuka di tanah air ini selalu berupaya mengantisipasi perkembangan pasar dunia perposan. Yaitu selalu melakukan inovasi dan antisipasi dengan mengandalkan serta memanfaatkan kekuatan jaringan yang dimiliki perusahaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Selain melakukan transformasi bisnis terhadap unit-unit bisnisnya, juga melakukan sejumlah aliansi strategis. Dengan demikian market position perusahaan perposan ternama ini tidak makin habis atau ketinggalan jaman, namun semakin solid dan menjanjikan. “Dengan konsep bisnis baru, Pos Indonesia dapat masuk ke bisnis yang memiliki prospek lebih baik. Karena itu jaringan SOP akan kami benahi, sehingga dapat melayani seluruh masyarakat di tanah air,” ungkap Tim Peneliti Biro Analisa Keuangan Departemen Keuangan RI 1994-1995 ini.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan Mardjana yang merupakan sosok enerjik ini bersama seluruh jajaran manajemen lainnya, nampak terkait dengan adanya ancaman dibukanya era liberalisasi pos menyusul pengesahan Undang-Undang (UU) Pos yang baru.
“Liberalisasi memaksa PT.Pos Indonesia mengetatkan efisiensi. Pada sisi lain, perusahaan harus juga tetap mempertahankan dan menjaga kualitas layanan di tengah-tengah ketatnya persaingan,” jelas Anggota Delegasi Indonesia/DELRI (1995 & 1997 ini.
Seperti diketahui, UU Pos yang baru mengamanatkan pemerintah melakukan program penyehatan BUMN perposan sebelum diberlakukannya liberalisasi sector ini. Pada Pasal 51 UU Pos mengatakan untuk mempersiapkan BUMN dalam menghadapi pembukaan akses pasar, perlu dilakukan upaya penyehatan yang harus diselesaikan paling lama 5 tahun.
Dirut PT.Pos Indonesia (persero) ini berhasil mengelompokkan enam persoalan yang mendasar yang harus segera direstrukturisasi menjelang dibukanya era liberalisasi pos. Yaitu SDM, keuangan dan akutansi, modernisasi teknologi, asset dan manajemen, marketing dan operasional perusahaan.
Menurut menerima penghargaan Asian Development Best Executive Award 2001-2002 dan Asean Social and Economic Corporation Golden Award 2001 ini jajaran Pos Indonesia berpacu dengan waktu untuk membahas dan membuat keputusan yang tepat. “Tentunya langkah-langkah ini tidak bisa menyenangkan semua pihak. Ini semata-mata demi kinerja perusahaan,” katanya
Mardjana menegaskan pihaknya tidak takut liberalisasi. Tapi merasa tertantang untuk meningkatkan nilai perusahaan, sekaligus meningkatkan daya saing dengan membenahan total internal perusahaan agar lebih efektif dan efisien. “Caranya dengan menerapkan penilaian kinerja individu terhadap seluruh karyawan maupun pegawai outsourcing, yang merupakan asset yang sangat berharga dan bernilai yang harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pembenahan SDM acapkali dikonotasikan sebagai rasionalisasi atau PHK karyawan secara massal.Diakui Mardjana, memang agak sulit. Namun sah-sah saja menuntut kesejahteraan. Tapi pertanyaannya, bagaimana bisa sejahtera jika bisnisnya tidak jalan ?
Oleh karena itu, manajemen selalu berusaha menciptakan sasaran kerja yang kondusif dengan menjunjung tinggi kerjasama, disiplin, respek terhadap masalah perusahaan dan selalu bertanggungjawab.
Dikemukakannya, restrukturisasi organisasi melalui pengawakan di tingkat menengahkan dilakukan agar span of control-nya memadai. Sehingga mendorong terwujudnya pola entrepreneurship yang menopang pertumbuhan tiga core bisnis.
Pada sisi lain, walaupun teknologi terus mengempur bisnis pos, manajemen bertekad untuk terus menerus survive sebagai wahana perekat bangsa dan menjadi bagian kongkrit dari pelayanan pos domestik dan luar negeri.
Ditegaskan Dirut PT.Pos Indonesia (Persero) ini pos secara hakiki adalah hak azazi manusia. Bayangkan, mulai cucu sampai nenek moyang pasti akan sedih kalau kehilangan pos. Perubahan itu merupakan proses alamiah.
Artinya, suatu kenyataan harus dihadapi adalah semakin sengitnya persaingan. Karena itu tidak lagi masyarakat yang membutuhkan Pos Indonesia, tapi jajaran Pos Indonesia-lah yang harus berubah sebagai “yang melayani” melalui kekuatan jaringannya yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Semoga PT.Pos Indonesia, tetap sukses dan jaya selalu !!!

Analisis

Kemajuan yang dilakukan PT Pos Indonesia dinilai sangat baik bagi perkembangan pos yang ada d Indonesia. Seperti yang kita ketahui, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih serta modern banyak masyarakat kita cenderung memilih teknologi yang canggih untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seperti misalnya media elektronik handphone dinilai lebih praktis, cepat, efisien dan hemat dalam mengirim pesan sehingga banyak masyarakat memilih teknologi ini. Selain itu, media internet seperti e-mail juga lebih banyak diminati masyarakat pada saat ini.
Melihat hal tersebut, PT Pos Indonesia lebih meningkatkan kualitas pelayanannya, yaitu lebih mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa pos dan memungut biaya yang tidak terlalu mahal.
Dilihat dari artikel di atas, dapat dikatakan bahwa PT Pos Indonesia berusaha meningkatkan kualitas dalam pelayanannya. Hal tersebut dapat menjadi salah satu pendorong perusahaan untuk lebih maju lagi dan dapat mempertahankan kualitas perusahaan walaupun sekarang ini sudah banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang perposan yang menjadi pesaing dari PT Pos Indonesia.

Published in: on April 17, 2010 at 12:51 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://diazvetiauda.wordpress.com/2010/04/17/bedah-artikel/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: