Analisis Persaingan Model Lima Kekuatan Persaingan Menurut M Porter Pada PT Pos Indonesia

Suatu industri berbeda antara satu dan lainnya didasarkan atas karakteristik ekonomi (produk yang dihasilkan dan konsumen yang diperebutkan), situasi persaingan, dan prospek perkembangannya di masa datang.
Walaupun kekuatan persaingan dalam suatu industri tidak persis sama, namun secara umum , persaingan dalam suatu industri terbentuk dari lima kekuatan pembentuk persaingan

Sebagai pedoman dasar bagi perusahaan dalam menghadapi lingkungan persaingan dalam industri, maka strategi manager dapat menerapkan beberapa pendekatan berikut
1. Melindungi perusahaan dari pengaruh lima kekuatan persaingan yang terbentuk
2. Berupaya mempengaruhi aturan persaingan dalam industri untuk kepentingan perusahaan
3. Memperkuat posisi persaingan untuk maksud agar perusahaan dapat lebih banyak bermain peran dalam persaingan

Berikut ini adalah analis mengenai lima kekuatan persaingan menurut M Porter pada PT Pos Indonesia.
1.Substitusi
Persaingan berdasarkan substitusi merupakan persaingan dari produk atau jasa alternatif. Dalam hal ini persaingan substitusi PT Pos Indonesia ini adalah layanan internet yang menyediakan surat elektronik dan jejaring sosial maya. Strategi yang dilakukan pada PT. Pos Indonesia adalah penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel, meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA kepada pelanggan.

2.Pemasok
Dalam upaya mempercepat pembangunan, dibutuhkan penyediaan dana investasi. Terkait dengan dana investasi, PT Pos Indonesia menggunakan dana internal maupun eksternal yaitu melalui kemitraan dan pinjaman bank. Saat ini PT Pos Indonesia sedang melaksanakan program modernization and empowerment. Program itu tentu mengandung konsekuensi perubahan strategis. Antara lain pembenahan business model, peningkatan dan penajaman brand image (corporate identity) PT Pos Indonesia, perubahan divisi regional sebagai profit centre, infrastruktur bisnis berbasis ICT (information communication technology).
Untuk menghadapi persaingan pemasok, PT Pos Indonesia melakukan hubungan yang baik dengan para pemasoknya seperti bank.

3.Pengguna jasa
Pengguna jasa pada PT Pos Indonesia adalah masyarakat umum dari semua kalangan yang ingin melakukan pengiriman barang, uang, atau surat-surat dengan menggunakan pos. Sedangkan untuk mempertahankan konsumen PT Pos Indonesia berusaha untuk lebih meningkatkan fasilitas dan pelayanan serta kepercayaan para pelanggan.

4.Persaingan antar penjual dalam satu industri
Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis perposan, harus dipandang sebagai tantangan dan momentum bagi PT Pos Indonesia untuk menunjukkan kinerjanya. Pemberlakuan Undang-undang No 38/2009 tentang Pos, mengantarkan persaingan bisnis perposan semakin mengglobal dan terbuka. Untuk menghadapi persaingan bisnis itu, PT Pos Indonesia dituntut mampu bersaing dengan para kompetitor domestik maupun internasional. Dengan strategi improvement layanan kepada para customer, kami optimistis siap menghadapi era liberalisasi pos tersebut.
Beberapa contoh yang telah dan sedang kami lakukan dalam upaya peningkatan kinerja PT Pos Indonesia, yaitu modernisasi kantor pos yang diwujudkan pada gedung maupun layanan pos, di antaranya mail services, financial services, maupun logistik, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Misalnya layanan keuangan akan dibenahi dengan aplikasi core banking system yang setara dengan perbankan.
Begitu pun dengan mail dan logistics, telah dilengkapi teknologi IT yang andal. Di antaranya, perbaikan system support untuk seluruh layanan financial services, mail services, dan logistics services. Perbaikan SDM khususnya di front office harus lebih profesional. Pegawai front office tentu harus mengedepankan penampilan, sikap, dan product knowledge-nya.

5.Pendatang baru potensial
Pendatang baru potensial dalam bisnis perposan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman seperti Fedex, DHL, TIKI. Cara PT Pos Indonesia dalam menghadapi para pendatang baru potensial ini adalah dengan memberikan harga yang terjangkau, kenyamanan dan keamanan dalam dalam pengiriman, serta tepat waktu dalam melakukan pengiriman.

Published in: on March 24, 2010 at 1:17 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://diazvetiauda.wordpress.com/2010/03/24/analisis-persaingan-model-lima-kekuatan-persaingan-menurut-m-porter-pada-pt-pos-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: