Kasus Century Dipicu Reksa Dana Antaboga

(Jakarta, matanews.com)

Kasus Bank Century yang mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus mendapatkan dana talangan bailout oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp6,7 triliun dinilai sejumlah pengamat terjadi bukan karena lemahnya pengawasan Bank Indonesia. “Sistem pengawasan perbankan oleh BI itu sudah luar biasa. Bank-bank tidak bisa nakal dengan pengawasan seperti ini. Setiap bulan petugas pengawas BI selalu masuk ke bank-bank untuk langsung memeriksa,” kata pengamat ekonomi Aviliani di Jakarta, Selasa.

Menurut Avi yang juga Komisaris Independen di BRI itu, kasus Bank Century terjadi sejak diterbitkannya reksa dana Antaboga oleh perusahaan sekuritas yang dimiliki orang yang sama dengan pemilik lama Bank Century yaitu Robert Tantular. Dikatakan Avi, persoalan reksadana tidak termasuk wilayah pengawasan oleh Bank Indonesia, karena produk itu termasuk produk non bank yang menjadi wewenang penanganan dan pengawasan Bapepam-LK Depkeu.

Tidak terawasinya penerbitan reksa dana Antaboga yang mengakibatkan kesulitan dana di Bank Century menurut Avi karena tidak menyatunya sistem pengawasan keuangan secara nasional sehingga produk non bank yang menyangkut praktek operasi perbankan tidak terawasi dengan baik. “Kasus Century bukan karena pengawasan BI lemah, tetapi karena tidak adanya arsitektur keuangan nasional. Belum ada produk yang terkait produk bank dan non bank yang mengurusinya,” kata Avi.

Sementara itu, pengamat perbankan dari Standar Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan kasus Bank Century bukan murni kesalahan pengawasan Bank Indonesia, karena bailout yang diberikan kepada Century harus dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih buruk ketimbang menutup bank itu. “Selain karena bank itu bersifat sistemik, kasus bank Century juga terjadi pada saat puncak krisis keuangan global yang dampaknya sangat besar jika bank itu tidak diselamatkan pemerintah,” katanya.

Bank Century mulai terlihat tidak sehat pada awal Nopember 2008, setelah bank itu mengalami kesulitan likuiditas untuk menyelesaikan transaksi nasabahnya. Pada 21 Nopember 2008, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membantu keuangan bank itu dengan meminta LPS untuk menyuntikkan dana.

Kasus bailout bank Century ini menjadi persoalan besar karena pemerintah dalam hal ini LPS hanya meminta ijin kepada DPR untuk menalangi sebesar Rp1,3 triliun sementara total yang dikeluarkan LPS sebesar Rp6,72 triliun. Pemberian tambahan dana talangan ini dicurigai berbagai pihak terkait Pemilu.

Published in: on October 27, 2009 at 1:07 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://diazvetiauda.wordpress.com/2009/10/27/kasus-century-dipicu-reksa-dana-antaboga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Ya memang perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan berapa besar dana yang diperlukan untuk bailout Bank Century.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: