ETIKA AUDITOR DALAM MENERIMA BINGKISAN/PARCEL

Dalam etika professional terdapat sikap yang dinamakan dilemma etika. Dilemma etika merupakan situasi yang dihadapai dimana seseorang harus mengambil keputusan seperti apa yang tepat untuk dilakukan. Dilemma etika dapat dialami siapa saja, termasuk seorang auditor. Sebagai contohnya adalah apabila seorang auditor menerima sebuah bingkisan/parcel.
Para auditor banyak dihadapkan pada apa yang dinamakan dilemma etika dalam karirnya. Melakukan kontak langsung dengan klien yang banyak menyebabkan seorang auditor mengalami dilemma etika. Seperti yang terjadi apabila seorang auditor yang sedang menjalin hubungan pekerjaan dengan kliennya yang kemudian kliennya member sebuah bingkisan/parcel kepada auditor.
Dalam kasus tersebut dapat dinilai tidak wajar apabila maksud dan tujuan kliennya berhubungan dengan pekerjaan auditor. Hal ini dapat dikatakan tidak wajar karena tidak sesuai dengan prosedur operasionalnya. Sedangkan dapat dikatakan wajar apabila maksud dan tujuan kliennya hanya sebatas relationship saja. Pada intinya kasus tersebut dapat dikembalikan lagi pada itikad seorang klien dibalik pemberian bingkisan/parcel tersebut.

Published in: on October 8, 2009 at 6:24 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://diazvetiauda.wordpress.com/2009/10/08/etika-auditor-dalam-menerima-bingkisanparcel/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: