Matriks BCG Pada DHL

Pada awal tahun 1970-an, Bruce Henderson dari Boston Consulting Group (BCG) mengembangkan sebuah model untuk mengelola portofolio dari berbagai unit bisnis strategis (SBU) atau lini produk utama. BCG adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, AS. BCG mempekerjakan 1.400 konsultan di seluruh dunia tetapi sedang mengurangi pekerjanya sebanyak 12 persen di tahun 2002. The BCG Growth-Share Matrix adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut.
Kerangka dasar BCG mengasumsikan bahwa peningkatan pangsa pasar relatif akan meningkatkan kas yang dihasilkan. Seringkali asumsi ini benar karena dari kurva; meningkatkan pangsa pasar relatif menyiratkan bahwa perusahaan adalah bergerak maju pada kurva pengalaman relatif terhadap pesaing, dengan demikian meningkatkan keunggulan biaya. Asumsi kedua adalah bahwa pasar yang berkembang membutuhkan investasi dalam bentuk aset untuk meningkatkan kapasitas dan sehingga menghabiskan uang kas. Dengan demikian posisi bisnis di matriks pertumbuhan-pangsa memberikan indikasi dari penciptaan kas dan konsumsi kas.Henderson beralasan bahwa kas yang diperlukan oleh unit-unit usaha yang berkembang pesat dapat diperoleh dari perusahaan dari unit bisnis lainnya yang berada di tahap yang lebih matang dan menghasilkan uang yang lebih banyak. Dengan berinvestasi untuk menjadi pemimpin pangsa pasar dalam pasar yang berkembang dengan cepat, unit bisnis bisa bergerak sepanjang kurva dan menciptakan keunggulan biaya. Dari penalaran ini, BCG Growth-Share Matrix lahir.

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

1. Bintang

Dasar strategis aturan
• Mempertahankan pangsa pasar relatif
• Menjaga dana yang cukup tersedia

Dampak terhadap logistik
• Mengoptimalkan aliran material sementara memperluas kapasitas produksi
• Mengoptimalkan sistem produksi-manajemen
• Mengoptimalkan pemasok / layanan pelanggan
• Mengoptimalkan manajemen pembelian
• Mengoptimalkan sistem distribusi produk-

2. Tanda tanya
Dasar strategis aturan
• Mempertahankan pangsa pasar relatif
• Pemanfaatan potensi pemotongan biaya
• Melepaskan dana

Dampak terhadap logistik
• Mempertahankan pemasok / layanan pelanggan
• Rasionalisasi semua fungsi logistik dan sistem
• Ketat melaksanakan kebijakan manajemen persediaan dan penilaian
• “Sadar” meningkatkan produktivitas

3. Kas Sapi
Dasar strategis aturan
• Mendapatkan pangsa pasar relatif
• Menerima kerugian

Dampak terhadap logistik
• Pencarian untuk lokasi produksi
• Bayangkan / memperluas sistem distribusi barang-
• Meningkatkan pelayanan
• Fokus logistik pada segmen pasar khusus

4. Poor Dog
Dasar strategis aturan
• Produk meninggalkan harapan
• Meminimalkan kerugian

Dampak terhadap logistik
• Meminimalkan persediaan
• Mempertahankan pelayanan hanya dalam segmen pasar yang dipilih
• Meminimalkan biaya distribusi barang-

Dampak dari strategi perusahaan pada logistik
kepemimpinan sebuah perusahaan produksi top-eksekutif memikul tanggung jawab mengembangkan strategi menyeluruh yang menentukan bisnis program masa depan. Antara isu-isu lain, para manajer ini akan memutuskan apakah perusahaan akan usaha ke pasar baru, mengembangkan produk baru atau mengurangi investasi di daerah tertentu. Sebagian besar keputusan strategis memiliki dampak langsung pada logistik.

Pertumbuhan, stabilisasi atau pengurangan sebagai sebuah strategi
Memayungi strategi perusahaan yang diarahkan terhadap pengembangan seluruh perusahaan dan mencakup keseluruhan kegiatan bisnis. Tergantung pada tujuan-tujuan pembangunan, strategi ini dapat dibagi menjadi pertumbuhan, stabilisasi dan strategi pengurangan. Strategi ini – tergantung pada formulir mereka – memiliki efek yang berbeda pada logistik dan, sebagai akibatnya, memerlukan penyesuaian yang dilakukan pada sistem logistik.
Portofolio konsep memainkan peran penting dalam evaluasi strategi perusahaan yang menyeluruh. Mereka didasarkan pada asumsi bahwa berbagai variabel strategis yang dapat ditentukan dengan bantuan analisis perusahaan dan lingkungan dapat diringkas menjadi dua faktor utama: komponen lingkungan dan komponen perusahaan. pasar-produk kombinasi perusahaan dapat diklasifikasikan melalui sebuah matriks yang dibuat berdasarkan dua faktor keberhasilan strategis.
BCG matriks mungkin yang paling dikenal matriks tersebut. Menggunakan pertumbuhan pasar sebagai komponen lingkungan dan pangsa pasar relatif – sehubungan dengan pangsa pasar dari pesaing terkuat – sebagai komponen perusahaan.
efek langsung pada logistik dapat diturunkan dari empat kotak pertumbuhan pasar / pangsa pasar [matriks 1].

(http://www.dhl-discoverlogistics.com)

Published in: on May 24, 2010 at 10:59 am  Comments (1)  

Merawat Aksesori Perak

Sebelum membeli aksesori perak, pastikan kode angka 925 tertera pada salah satu bagian kecil dari aksesori tersebut. kode ini menunjukkan keaslian bahan perak yang digunakan. untuk menghilangkan warna hitam pada perak yang diakibatkan oleh pengaruh udara, keringat, atau air, sikatlah dengan sikat yang halus yang telah diolesi pasta gigi dan dicampur sedikit air.
Untuk hasil lebih maksimal, olesi aksesori perak dengan pasta gigi dan diamkan selama 1-2 jam, kemudian sikat. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan denganlap bersih. Untuk menjaganya supaya tidak kembali menghitam, simpanlah aksesori perak di dalam kantung plastik (wadah tertutup), apabila aksesori tersebut tidak digunakan.

Published in: on April 18, 2010 at 3:26 am  Leave a Comment  

Bedah Artikel

PT.POS INDONESIA AKAN BANGUN JARINGAN SOP CANGGIH.

(http://surabayawebs.com/index.php/2010/03/08/ptpos-indonesia-akan-bangun-jaringan-sop-canggih/)

Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Masuknya doctor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Monash University, Melbourne Australia 1993 I Ketut Mardjana kelahiran Bali 18 Maret 1951 sebagai “Komandan tertinggi” di operator peposan terkemuka di tanah air PT.Pos Indonesia (Persero) Agustus 2009 lalu, telah membawa “angin segar” dan harapan baru bagi 21.000 karyawan dan 6.000 tenaga outsourcing di perusahaan milik Negara ini.
Jebolan Institut Ilmu Keuangan (IIK) Jakarta 1979 ini sejak terjun ke “Kawah Candradimuka” PT.Pos Indonesia, terbilang sukses menebar aroma modernisasi. Target pendapatan Rp.3,1 triliun tahun ini nampak cukup menantang untuk direalisasikan.
Bersama manajemen, pria Bali yang pernah menjabat Direktur Informasi dan Pengembangan Peraturan BUMN pada Dirjen BUMN Departemen Keuangan 1998 ini menegaskan akan menerapkan perbaikan yang sangat mendasar. Mulai dari redefinisi bisnis, restrukturisasi perusahaan sampai kepada change management dalam bentuk implementasi program transformasi bisnis.
Dana ratusan miliar disiapkan manajemen Pos Indonesia untuk memperbaiki jaringan System Online Pembayaran (SOP) di seluruh pelosok Nusantara agar layanan pembayaran tagihan rekening telepon, listrik, air, pajak, asuransi, SPP mahasiswa, beasiswa, cicilan rumah, motor dan mobil, memberikan kepuasan kepada masyarakat luas di tanah air.
Dalam upaya menebalkan keyakinan jajarannya, I Ketut Mardjana, yang dikenal sebagai penulis aktif di sejumlah media ternama ini cuma butuh waktu singkat untuk merubah tampilan dan “kantong” PT.Pos Indonesia. Cara sederhana, efektif sekaligus murah meriah itu dimulai dari senyum, salam dan sapa. Kini tiada hari tanpa senyum.
Sentuhan yang simple itulah yang membuat masyarakat di negeri ini kembali berduyun-duyun memanfaatkan layanan jasa Pos Indonesia. Gairah senyum, salam, sapa dan semua yang remeh temeh seperti memberikan bingkisan payung, kalender dan mug itu mendapat sambutan hangat masyarakat di negeri dengan lebih 17.000 pulau dengan 227 juta jiwa penduduknya ini.
Sejak ditunjuk menjadi Dirut PT.Pos Indonesia Agustus 2009 lalu Mardjana membiasakan diri ke mana-mana tanpa pengawal dan menegaskan semua jajarannya untuk menghormati siapapun yang datang. Maka tidaklah heran, secara perlahan-lahan tapi pasti budaya yang tak pernah ada sebelumnya ini kini menjadi sarapan sehari-hari di seluruh Kantor Pos di “negeri Khatulistiwa” ini.
Mantan Direktur Industri Manfaktur, Kantor Menteri Negera Pemberdayaan BUMN 1999-2000 ini berharap semangat perubahan yang biasa tapi luar biasa itu dapat menular ke seluruh jajaran PT.Pos Indonesia dari pusat hingga ke pelosok negeri. “Sebab yang pasti itu adalah perubahan,” tegasnya.
Keadaanlah yang menuntut perubahan dan membuat BUMN ini memutar otak. Sebagai perusahaan Negara yang memiliki misi bisnis dan misi social, Pos Indonesia harus tetap eksis. Meskipun mendapat saingan keras dari perusahaan perjastip swasta yang menjamur saat ini. “ Pos Indonesia harus tetap dapat memberikan kontribusinya kepada customer, masyarakat dan stokeholder,” tandasnya kemudian.
Operator perposan terkemuka di tanah air ini selalu berupaya mengantisipasi perkembangan pasar dunia perposan. Yaitu selalu melakukan inovasi dan antisipasi dengan mengandalkan serta memanfaatkan kekuatan jaringan yang dimiliki perusahaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Selain melakukan transformasi bisnis terhadap unit-unit bisnisnya, juga melakukan sejumlah aliansi strategis. Dengan demikian market position perusahaan perposan ternama ini tidak makin habis atau ketinggalan jaman, namun semakin solid dan menjanjikan. “Dengan konsep bisnis baru, Pos Indonesia dapat masuk ke bisnis yang memiliki prospek lebih baik. Karena itu jaringan SOP akan kami benahi, sehingga dapat melayani seluruh masyarakat di tanah air,” ungkap Tim Peneliti Biro Analisa Keuangan Departemen Keuangan RI 1994-1995 ini.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan Mardjana yang merupakan sosok enerjik ini bersama seluruh jajaran manajemen lainnya, nampak terkait dengan adanya ancaman dibukanya era liberalisasi pos menyusul pengesahan Undang-Undang (UU) Pos yang baru.
“Liberalisasi memaksa PT.Pos Indonesia mengetatkan efisiensi. Pada sisi lain, perusahaan harus juga tetap mempertahankan dan menjaga kualitas layanan di tengah-tengah ketatnya persaingan,” jelas Anggota Delegasi Indonesia/DELRI (1995 & 1997 ini.
Seperti diketahui, UU Pos yang baru mengamanatkan pemerintah melakukan program penyehatan BUMN perposan sebelum diberlakukannya liberalisasi sector ini. Pada Pasal 51 UU Pos mengatakan untuk mempersiapkan BUMN dalam menghadapi pembukaan akses pasar, perlu dilakukan upaya penyehatan yang harus diselesaikan paling lama 5 tahun.
Dirut PT.Pos Indonesia (persero) ini berhasil mengelompokkan enam persoalan yang mendasar yang harus segera direstrukturisasi menjelang dibukanya era liberalisasi pos. Yaitu SDM, keuangan dan akutansi, modernisasi teknologi, asset dan manajemen, marketing dan operasional perusahaan.
Menurut menerima penghargaan Asian Development Best Executive Award 2001-2002 dan Asean Social and Economic Corporation Golden Award 2001 ini jajaran Pos Indonesia berpacu dengan waktu untuk membahas dan membuat keputusan yang tepat. “Tentunya langkah-langkah ini tidak bisa menyenangkan semua pihak. Ini semata-mata demi kinerja perusahaan,” katanya
Mardjana menegaskan pihaknya tidak takut liberalisasi. Tapi merasa tertantang untuk meningkatkan nilai perusahaan, sekaligus meningkatkan daya saing dengan membenahan total internal perusahaan agar lebih efektif dan efisien. “Caranya dengan menerapkan penilaian kinerja individu terhadap seluruh karyawan maupun pegawai outsourcing, yang merupakan asset yang sangat berharga dan bernilai yang harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pembenahan SDM acapkali dikonotasikan sebagai rasionalisasi atau PHK karyawan secara massal.Diakui Mardjana, memang agak sulit. Namun sah-sah saja menuntut kesejahteraan. Tapi pertanyaannya, bagaimana bisa sejahtera jika bisnisnya tidak jalan ?
Oleh karena itu, manajemen selalu berusaha menciptakan sasaran kerja yang kondusif dengan menjunjung tinggi kerjasama, disiplin, respek terhadap masalah perusahaan dan selalu bertanggungjawab.
Dikemukakannya, restrukturisasi organisasi melalui pengawakan di tingkat menengahkan dilakukan agar span of control-nya memadai. Sehingga mendorong terwujudnya pola entrepreneurship yang menopang pertumbuhan tiga core bisnis.
Pada sisi lain, walaupun teknologi terus mengempur bisnis pos, manajemen bertekad untuk terus menerus survive sebagai wahana perekat bangsa dan menjadi bagian kongkrit dari pelayanan pos domestik dan luar negeri.
Ditegaskan Dirut PT.Pos Indonesia (Persero) ini pos secara hakiki adalah hak azazi manusia. Bayangkan, mulai cucu sampai nenek moyang pasti akan sedih kalau kehilangan pos. Perubahan itu merupakan proses alamiah.
Artinya, suatu kenyataan harus dihadapi adalah semakin sengitnya persaingan. Karena itu tidak lagi masyarakat yang membutuhkan Pos Indonesia, tapi jajaran Pos Indonesia-lah yang harus berubah sebagai “yang melayani” melalui kekuatan jaringannya yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Semoga PT.Pos Indonesia, tetap sukses dan jaya selalu !!!

Analisis

Kemajuan yang dilakukan PT Pos Indonesia dinilai sangat baik bagi perkembangan pos yang ada d Indonesia. Seperti yang kita ketahui, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih serta modern banyak masyarakat kita cenderung memilih teknologi yang canggih untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seperti misalnya media elektronik handphone dinilai lebih praktis, cepat, efisien dan hemat dalam mengirim pesan sehingga banyak masyarakat memilih teknologi ini. Selain itu, media internet seperti e-mail juga lebih banyak diminati masyarakat pada saat ini.
Melihat hal tersebut, PT Pos Indonesia lebih meningkatkan kualitas pelayanannya, yaitu lebih mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa pos dan memungut biaya yang tidak terlalu mahal.
Dilihat dari artikel di atas, dapat dikatakan bahwa PT Pos Indonesia berusaha meningkatkan kualitas dalam pelayanannya. Hal tersebut dapat menjadi salah satu pendorong perusahaan untuk lebih maju lagi dan dapat mempertahankan kualitas perusahaan walaupun sekarang ini sudah banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang perposan yang menjadi pesaing dari PT Pos Indonesia.

Published in: on April 17, 2010 at 12:51 pm  Leave a Comment  

Analisis Persaingan Model Lima Kekuatan Persaingan Menurut M Porter Pada PT Pos Indonesia

Suatu industri berbeda antara satu dan lainnya didasarkan atas karakteristik ekonomi (produk yang dihasilkan dan konsumen yang diperebutkan), situasi persaingan, dan prospek perkembangannya di masa datang.
Walaupun kekuatan persaingan dalam suatu industri tidak persis sama, namun secara umum , persaingan dalam suatu industri terbentuk dari lima kekuatan pembentuk persaingan

Sebagai pedoman dasar bagi perusahaan dalam menghadapi lingkungan persaingan dalam industri, maka strategi manager dapat menerapkan beberapa pendekatan berikut
1. Melindungi perusahaan dari pengaruh lima kekuatan persaingan yang terbentuk
2. Berupaya mempengaruhi aturan persaingan dalam industri untuk kepentingan perusahaan
3. Memperkuat posisi persaingan untuk maksud agar perusahaan dapat lebih banyak bermain peran dalam persaingan

Berikut ini adalah analis mengenai lima kekuatan persaingan menurut M Porter pada PT Pos Indonesia.
1.Substitusi
Persaingan berdasarkan substitusi merupakan persaingan dari produk atau jasa alternatif. Dalam hal ini persaingan substitusi PT Pos Indonesia ini adalah layanan internet yang menyediakan surat elektronik dan jejaring sosial maya. Strategi yang dilakukan pada PT. Pos Indonesia adalah penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel, meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA kepada pelanggan.

2.Pemasok
Dalam upaya mempercepat pembangunan, dibutuhkan penyediaan dana investasi. Terkait dengan dana investasi, PT Pos Indonesia menggunakan dana internal maupun eksternal yaitu melalui kemitraan dan pinjaman bank. Saat ini PT Pos Indonesia sedang melaksanakan program modernization and empowerment. Program itu tentu mengandung konsekuensi perubahan strategis. Antara lain pembenahan business model, peningkatan dan penajaman brand image (corporate identity) PT Pos Indonesia, perubahan divisi regional sebagai profit centre, infrastruktur bisnis berbasis ICT (information communication technology).
Untuk menghadapi persaingan pemasok, PT Pos Indonesia melakukan hubungan yang baik dengan para pemasoknya seperti bank.

3.Pengguna jasa
Pengguna jasa pada PT Pos Indonesia adalah masyarakat umum dari semua kalangan yang ingin melakukan pengiriman barang, uang, atau surat-surat dengan menggunakan pos. Sedangkan untuk mempertahankan konsumen PT Pos Indonesia berusaha untuk lebih meningkatkan fasilitas dan pelayanan serta kepercayaan para pelanggan.

4.Persaingan antar penjual dalam satu industri
Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis perposan, harus dipandang sebagai tantangan dan momentum bagi PT Pos Indonesia untuk menunjukkan kinerjanya. Pemberlakuan Undang-undang No 38/2009 tentang Pos, mengantarkan persaingan bisnis perposan semakin mengglobal dan terbuka. Untuk menghadapi persaingan bisnis itu, PT Pos Indonesia dituntut mampu bersaing dengan para kompetitor domestik maupun internasional. Dengan strategi improvement layanan kepada para customer, kami optimistis siap menghadapi era liberalisasi pos tersebut.
Beberapa contoh yang telah dan sedang kami lakukan dalam upaya peningkatan kinerja PT Pos Indonesia, yaitu modernisasi kantor pos yang diwujudkan pada gedung maupun layanan pos, di antaranya mail services, financial services, maupun logistik, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Misalnya layanan keuangan akan dibenahi dengan aplikasi core banking system yang setara dengan perbankan.
Begitu pun dengan mail dan logistics, telah dilengkapi teknologi IT yang andal. Di antaranya, perbaikan system support untuk seluruh layanan financial services, mail services, dan logistics services. Perbaikan SDM khususnya di front office harus lebih profesional. Pegawai front office tentu harus mengedepankan penampilan, sikap, dan product knowledge-nya.

5.Pendatang baru potensial
Pendatang baru potensial dalam bisnis perposan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman seperti Fedex, DHL, TIKI. Cara PT Pos Indonesia dalam menghadapi para pendatang baru potensial ini adalah dengan memberikan harga yang terjangkau, kenyamanan dan keamanan dalam dalam pengiriman, serta tepat waktu dalam melakukan pengiriman.

Published in: on March 24, 2010 at 1:17 pm  Leave a Comment  

Correct timing to drink water, will maximize its effectiveness on the Human body.

1. Two glass of water – After waking up – Helps activate internal organs
2. One glass of water – 30 minutes before meal – Help digestion
3. One glass of water – Before taking a bath – Helps lower blood pressure
4. One glass of water – Before sleep – To avoid stroke or heart attack

Published in: on March 17, 2010 at 1:52 pm  Leave a Comment  

Analisis SWOT Pada PT. Pos Indonesia

Pendahuluan

Dalam mengahadapi era globalisasi perusahaan-perusahaan yang kecil maupun besar diharapkan mempunyai suatu inovasi-inovasi maupun strategi yang jitu untuk bisa mempertahankan kredibilitasnya dalam dunia bisnis. Seperti dalam aspek produksi barang dan jasa, kemudian dari segi personalia yang menggerakkan roda perusahaan, lalu finance kunci dimana suatu perusahaan itu bisa meraih keuntungan dan memanage aktiva yang dimiliki perusahaan, dan yang terakhir adalah marketing yaitu bagaimana perusahaan tersebut menganalisis informasi yang diapat dari lingkup eksternal. Sehingga dapat memproduksi dan memasarkan barang dan jasa yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasar.

Keterbukaan informasi dan era pasar bebas dunia yang diikuti dengan pembentukan kerjasama melalui regionalisasi kekuatan ekonomi (GATT, WTO, AFTA, APEC) adalah nuansa baru kemitraan masa depan. Untuk mensikapi gejala-gejala ini perlu adanya suatu pengaturan melalui strategi jangka panjang. PT. POS Indonesia sebagai salah satu BUMN di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kondisi strategis di atas. Sebagai pengelola jasa hantaran pos nasional yang diarahkan pada profit oriented, PT. Pos Indonesia dihadapkan pertumbuhan demand yang tinggi dan langsung berhadapan dengan perusahaan global yang berperilaku lokal dalam arti memiliki pertumbuhan pangsa pasar yang berarti. Sehingga, proses pemikiran kembali dalam perencanaan strategis menjadi sangat penting untuk pencapaian visi dan misi perusahaan. Dalam menyusun strategi bagi PT. Pos Indonesia dilakukan analisis meliputi faktor lingkungan eksternal, struktur industri, dan lingkungan internal, sehingga akan dapat didentifikasi peluang, ancaman,kekuatan ataupun kelemahan perusahaan. Hal ini tentu dengan memperhatikan kompetensi inti perusahaan dan faktor kunci sukses yang perlu dimiliki oleh perusahaan.

Pengertian SWOT

SWOT merupakan singkatan dari Strenght ( kekuatan ), Weakness ( kelemahan ), Opportunity ( peluang ), Threat ( ancaman ). Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen ) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.

Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.

Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.

Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi.

(www.scribd.com)

Strenght ( kekuatan )

PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan fungsi logistik pelanggan, dengan kerangka kerja yang bersinergi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kepercayaan dan kejujuran, saling menghargai, professional adalah budaya yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia.

Strategi PT. Pos Indonesia terfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel.

Management pada PT. Pos Indonesia adalah Management Unit Bisnis Total LogistikStrategic diarahkan pada sebuah institusi yang dedicated dan fokus dengan orientasi utama pada Total Solution kepada customer. Organisasi akan dikelola sebagai strategic business unit ( SBU) PT Pos Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan bisnis secara professional.

Sumber daya yang dapat digunakan sepenuhnya sumber daya dan kekuatan ( comparative advantages) yang dimiliki oleh PT. Pos Indonesia ( Persero) dengan keunggulan pada pengelolaan yang focus dan dedicated. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Unit Bisnis Total Logistik adalah mereka yang sudah terpilih ( selected people) yang telah mendapatkan berbagai pelatihan dan benchmark di bidang Supply Chain Management, Integrated Logistics, Freight, dan Warehousing. Pengalaman selama bertahun-tahun mengelola bisnis pos dengan kompetensi pada saluran distribusi juga merupakan kekuatan yang diyakini mampu memberikan nilai tambah. Kapasitas produksi yang dimiliki selain gedung, tanah, dan kendaraan yang tersebar di seluruh Indonesia juga diperkuat dengan koneksi virtual dan kesisteman jaringan yang sangat kuat antar satu node dengan node lainnya yang hingga saat ini mungkin sulit disamai oleh pihak manapun juga.

Jaringan layanan PT. Pos Indonesia adalah jaringan layanan yang berbasis kepada pelanggan. Secara channel of distribution, maka jaringan meliputi seluruh pelosok Indonesia yang meliputi tidak kurang dari 4.828 unit titik layanan tetap ( gedung kantor) dan 39.434 titik simpul distribusi. Freight Forwarding akan dibangun dengan system konsolidasi dengan jumlah main hub sebanyak 4 buah yang terletak di Batam, Jakarta Tanjung Priuk , Jakarta Sukarno-Hatta, dan Denpasar. Titik konsolidasi terletak di kota-kota Medan, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Makassar, dan Denpasar.

Memberikan layanan jasa ogistik secara paripurna dan customized yang senantiasa dapat diintegrasikan kepada klien meliputi:

1.        Integrated Logistics : Adalah sebuah konsep layanan Total Logistics yang memungkinkan penanganan sebuah produk mulai dari hulu hingga hilir ( from tree to toilet) yang berbasis pada konsep supply chain management ( scm) . Konsep pelayanan ini memadukan tiga bidang bisnis logistic yaitu warehousing, Freight Forwarding dan Transporting.

2.        Freight Forwarding : Adalah sebuah konsep pelayanan yang diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan ( consignee) mulai dari pengurusan dokumen hingga penanganan pengiriman barang mereka.

3.        Transporting : Adalah suatu bentuk jasa trucking yang dibutuhkan customer untuk memindahkan kiriman dari satu tempat ( pabrikasi) ke distribution center ( DC) atau langsung ke retailer ( Point To Point) .

4.        Warehousing : Adalah jasa layanan Distribution Center yang di dalamnya terdapat aktivitas Cross Docking, Inventory, Product Marking & Labeling, Selected Manufacturing Activities dengan dukungan IT System yang appropriate.

Kemitraan yang menjadi salah satu pilar key success factor akan di arahkan pada penciptaan nilai tambah bagi customer. Kemitraan dengan pihak eksternal akan dibangun dengan beberapa provider ( 3PL Logistics) yang bonafide dengan prinsip win-win solution. Sedangkan kemitraan internal akan dibangun dengan prinsip bundling services.

(www.indonetwork.co.id)

Weakness ( kelemahan )

Kurangnya iklan publikasi untuk informasi produk, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum paham dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk – produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada.

Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online di masyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan internet.

Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri. Oleh sebab itu  meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA adalah tugas utama agar masyarakat kembali percaya dan tidak takut tentang hal hack system yang sedang marak belakangan ini.

Opportunity ( peluang )

Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya di dalam negeri atau secara terbatas ke luar negeri melalui kerja sama dengan pemainpemain besar, seperti yang dilakukan U.S. Postal Service dengan DHL dan FedEx.

Threat ( ancaman )

Teknologi informasi memang bisa menjadi enabler bagi kemajuan perusahaan. Namun, di sisi lain, juga kerap membawa instabilitas terhadap bisnis satu perusahaan. Maraknya penggunaan Internet dan mobile phone yang mendorong komunikasi lisan melalui telepon atau tertulis (e-mail dan SMS) yang berdampak pada bisnis jasa pengiriman pos.

Di luar itu, masih ada masalah lain yang menurutnya mengganggu kinerja perusahaannya. Persepsi sebagai perusahaan negara, diakuinya, membuat SDM menjadi kurang berjiwa kompetitif. Kemapanan status sebagai pegawai BUMN dan pemain tunggal di bisnis jasa pengiriman surat dan logistik sangat kuat di benak karyawan. Citra demikian berdampak negatif terhadap etos kerja karyawan yang berjumlah hampir 26 ribu orang. Dalam mencari dan menangkap berbagai peluang bisnis yang bisa menjadi sumber pendapatan perusahaan, karyawan lebih banyak bersikap menunggu dibandingkan menjemput bola. Tak heran jika jiwa entrepreneurship di sini tidak berkembang dengan baik. Hal ini membuat PT. Pos Indonesia menjadi tidak aware dan kurang sigap dalam mengantisipasi perkembangan dan persaingan di bisnis sejenis.

Published in: on March 15, 2010 at 12:56 pm  Leave a Comment  

Wisata Indonesia

Berwisata di Indonesia dan nikmati keindahan dunia di dalam satu negara ini. Di Indonesia kamu bisa menikmati banyak pemandangan. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati semua itu karena semuanya ada di Indonesia.

Berikut tempat wisata yang dibandingkan dengan beberapa tempat wisata di dunia:

Raja Ampat Papua dan Phi Phi Island, Thailand

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.

Air terjun Moramo dengan air terjun Niagara

Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.

Green Canyon Ciamis dengan Grand Canyon Amerika Serikat

Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.

Carstensz Pyramid dengan Mount Everest

Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.

Taman Nasional Baluran dengan padang savannah Afrika

Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

Gumug Pasir Parangkusumo dengan gurun Sahara

Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumuk pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis- Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gumug Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.

Hutan Kalimantan dengan hutan Amazon

Hutan di Kalimantan berada di Pulau Kalimantan. Hutan Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan hutan Amazon. Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan yang merupakan satwa langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat beberapa danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Di Kalimantan juga ditemukan jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik yang ada di Amazon. Sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai Amazon menambah kemiripan antara Kalimantan dan hutan Amazon.

Pantai Kuta Bali dengan Pantai Waikiki Hawaii

Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kabupaten Badung sebelah selatan Denpasar, Bali. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur.

Taman Sakura Cibodas dengan Sakura Jepang

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas.

Ranu Kumbolo dengan hutan pinus Eropa

Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Perhatikan foto Ranu Kumbolo yang sekilas mirip dengan foto Seefeld Lake, Austria di Eropa.

Way kambas dengan Hutan India

Way Kambas Sumatera memiliki satwa yang mirip dengan satwa yang ada di hutan India seperti gajah, harimau, Badak dan beberapa hewan lain. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di propinsi Lampung. Way Kambas terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/ semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Di Way Kambas ada wisata naik gajah sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti raja-raja India yang konon bepergian dengan menunggang gajah.

Masih banyak tempat wisata di Indonesia yang tidak dituliskan disini. Bangsa Indonesia patut bangga dengan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Semua tersedia di Indonesia.

Published in: on March 6, 2010 at 9:17 am  Leave a Comment  

Bencana Banjir di Indonesia

Di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri.
Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal baik alam maupun manusia.Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia termasuk Indonesia :
• Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
• Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air. bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor
• Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.
• Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
• Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali.
• Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
• Kiriman atau bencana banjir bandang.
• Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
• Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir.
Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ gintung ataupun bajir bandang yang sering terjadi di indonesia. seperti sebuah kata bijak “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita juga akan menyakiti manusia”.(blogbintang.com)

Published in: on March 4, 2010 at 3:10 pm  Leave a Comment  

POS INDONESIA

kekuatan :
bila mengirimkan dokumen rahasia atau penting, keamanan bisa terjamin.
Kelemahan :
1. Mulai berkurangnya masyarakat yang menggunakan jasa PT. Pos.
2. Semakin murahnya kompetitor secara tidak langsung PT. Pos, seperti ISP (Internet Service Provider) dan Operator Telekomunikasi (GSM atau CDMA).
3. Tingginya biaya operasional PT. Pos, dimana seperti yang kita ketahui PT. Pos memiliki kantor cabang yang berada di setiap kabupaten dan kecamatan.
4. Tidak adanya diferensiasi bisnis yang dilakukan oleh PT. Pos.
5. Resiko pengiriman surat memakan proses dan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan penggunaan SMS atau email.

Published in: on March 1, 2010 at 3:52 pm  Leave a Comment  

PT Pos Indonesia (Persero)

Visi:
Penyedia jasa logistik yang terintegrasi, terluas dan terbaik di Indonesia

Misi:
• Mengelola bisnis secara total dengan didukung oleh SDM yang profesional, sistem operasi yang efisien, serta pemanfaatan IT yang tepat dan scaleable.
• Mengembangkan bisnis dengan mengutamakan jalinan kerjasama yang win-win solution, baik dengan unit-unit kerja internal, maupun dengan mitra eksternal
• Membangun jaringan bisnis secara fokus dengan mempertimbangkan asas-asas sekuensial dan paralel.

Menurut saya, visi pada PT Pos Indonesia (Persero) ini sudah termasuk dalam visi stategik. Karena visi pada PT Pos Indonesia ini mudah dipahami dan diterima oleh semua pihak (karyawan) dalam organisasi. Sehingga dapat dijadikan magnet yang mengikat pada organisasi.
Sedangkan misi dari PT Pos Indonesia (Persero) ini telah mampu menjawab pernyataan yang ada pada visi perusahaan. Hal ini dapat dikatakan bahwa visi dan misi perusahaan ini telah tepat untuk dijadikan pedoman pada perusahaannya.

Published in: on February 20, 2010 at 5:47 am  Leave a Comment